New Movie Faith and the City

Kelanjutan kisah perjalanan di buku sebelumnya, Bulan Terbelah di Langit Amerika. Mengangkat topik tentang peran media massa dalam mencitrakan Islam di mata dunia

Kuliah Hak Segala Bangsa

Kuliah kilat gratis...tis...tisss... yang bisa diakses kapan saja, dimana saja hanya di Youtube KHSBPositivi

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

1 Jun 2013

Lomba Resensi 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA dan BERJALAN DI ATAS CAHAYA (perioda 2)




Hai semuanya .......
Ikutan lomba resensi "99 Cahaya di Langit Eropa"  dan ''Berjalan diatas Cahaya'' yuuk,
kali ini hanumrais.com berkejasama dengan Alisan Tour and Travel dan Gramedia, kembali menghadirkan gratis UMROH bagi 99ners yang menang di lomba resensi ini.
Info selengkapnya baca dibawah ini ya...

Lomba Resensi" 99 CAHAYA DILANGIT EROPA'' ATAU ''BERJALAN DIATAS CAHAYA'' PERIODA DUA


Raih umroh "GRATIS" bersama dengan Alisan Tour & Travel


1. Menulis resensi ''99 Cahaya dilangit Eropa'' atau "Berjalan diatas Cahaya" di Media CETAK
  • Resensi buku '99 Cahaya dilangit Eropa'' atau "Berjalan diatas Cahaya"untuk dimuat dimedia cetak baik lokal, nasional, maupun internasional.
  • Kirim pindaian(scan) / foto resensi yang dimuat (lengkap nama media, tanggal terbit resensi) melalui email ke:
    99cahayadilangiteropa[at]gmail.com ,
    cc : wahyu[at]gramediapublisher.com
    Pindahaian /foto harus jelas dan dapat dibaca.
  • Penilaian Juri berdasar luasnya skala edar media yang memuat resensi dan kualitas tulisan. Semakin luas skala edar media akan mendapatkan penilaian lebih tinggi.
2. Menulis resensi ''99 Cahaya dilangit Eropa'' atau "Berjalan diatas Cahaya"di Internet
  • Resensi buku "'99 Cahaya dilangit Eropa'' atau "Berjalan diatas Cahaya"di media portal di internet (misalnya: okezone , kompas , detik, dan lain-lain)
  • Resensi tidak berlaku untuk yang dipublikasikan di media blog seperti kompasiana, blogspotdetik, wordpress, blogspot, dan sejenisnya.
  • Kirimkan link untuk melihat resensi tersebut melalui email ke :
    99cahayadilangiteropa[at]gmail.com,
    cc : wahyu[at]gramediapublishers.com
    Link resensi harus bisa diakses publik.
  • Penilaian juri berdasarkan kualitas resensi dan level media portal
3. Membuat video kreatif '99 Cahaya dilangit Eropa'' atau "Berjalan diatas Cahaya"
  • Video kreatif tentang buku "'99 Cahaya dilangit Eropa'' atau "Berjalan diatas Cahaya"", dan kemudian di unggah di youtube, vimeo, atau website video porta/sosial media lainnya.
  • Kirimkan link untuk melihat resensi tersebut melalui email ke :
    99cahayadilangiteropa[at]gmail.com,
    cc : wahyu[at]gramediapublishers.com
    Link resensi harus bisa diakses publik.
  • Penilaian juri berdasarkan kualitas kreativitas video dan respon dari viewe
4. Batas akhir pengiriman e-mail untuk Resensi :
  •  Perioda Pertama : 99 cahaya dilangit Eropa adalah 1 Januari 2013 sampai dengan 30  April 2013 (SUDAH DITUTUP). Info pemenang , klik disini
  • Perioda Kedua :  "99 Cahaya di Langit Eropa" atau "Berjalan diatas Cahaya'' adalah 1 Mei 2013 sampai dengan 31 Agustus 2013.
» Setiap e-mail yang dikirimkan peserta harus disertai keterangan kategori lomba yang diikuti dan dilengkapi dengan data diri (nama, alamat, no.hp, dan lain-lain)
» E-mail mohon dikirim hanya satu kali. E-mail yang berulang tidak akan diperhitungkan.
» Kompetisi ini berlaku untuk resensi / video yang diterima pada perioda yang tertulis pada poin 4.
» Pada akhir perioda akan dipilih satu orang pemenang untuk mendapatkan tiket gratis umrah bersama 99 Cahaya di Langit Eropa, bekerjasama dengan ALISAN Tour and Travel
» Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
» Hadiah tidak dapat dipindahtangankan dan tidak dapat diuangkan.
Informasi lebih lanjut di : lomba resensi gramedia pustaka

13 May 2013

20 Mei, pengumuman pemenang umroh tahap 1

Hi 99ners,

Terkait dengan kesalahan teknis yang dilakukan oleh tim website hanumrais.com mengenai pemberitaan pemenang umroh tahap pertama maka kami sampaikan bahwa saat ini kami sedang melakukan validasi data beberapa nominator yang dipilih langsung oleh tim Hanum Rais Management.

Beberapa nominator akan dihubungi via email / telpon oleh tim redaksi hanum rais untuk melengkapi data yang dibutuhkan.

Finalisasi nama pemenang akan disampaikan pada tanggal

20 Mei 2013.


Demikian informasi ini kami sampaikan, mohon maaf atas kesalahan informasi ini dan terimakasih atas pengertiannya.


~ Hanum Rais ~

11 Mar 2013

CastingFilm99Cahaya


Ayoooooo...
Angkat tangan bagi yang sudah membaca novel "99 Cahaya di Langit Eropa" !!!

Novel karya Hanum Salsabiela Rais ini , akan segera di filmkan pada tahun ini
Buat 99ers tunggu info selanjutnya ya.

Oh ya, buat kamu yang ingin mencoba keberuntungan memerankan salah satu tokoh di film "99 Cahaya di Langit Eropa" , silahkan kirimkan info diri kamu dan ikuti  castingnya.

Contact mail :  contact[at]maximapictures.com
visit  Maximapictures

Follow juga twitter official kami di @HanumRais99Ners dan @Film99Cahaya

See you there 99ners .....!!!

5 Mar 2013

Resensi "99 Cahaya di Langit Eropa", part.1

Hanumrais Management mengucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam membuat resensi 99 Cahaya di Langit Eropa. Berikut ini beberapa cuplikan resensi yang masuk ke meja redaksi, selamat membaca ya...

Farid Aji Prakosa

Kisah Hanum Rais Berpuasa di Austria
Farid Aji Prakosa – detikRamadan
Sabtu, 30/07/2011 11:57 WIB

Jakarta - Puasa sudah menjadi kewajiban umat Muslim di bulan Ramadan. Jika sedang berada di luar negeri, utamanya di negara yang sedikit umat Muslimnya, tentu menjadi tantangan tersendiri.

Itulah yang pernah dialami oleh Hanum Salsabila Rais, puteri kandung Amien Rais, saat ia melanjutkan belajarnya di Wina, Austria. Perempuan yang akrab dipanggil Hanum ini, menceritakan bagaimana pengalamannya saat berpuasa di negeri orang. .....
» baca selengkapnya

Resensi Robby H. Abror

Terbit di Koran Tempo, Tanggal 7 Agustus 2011
oleh :Robby H. Abror, Dosen Filsafat UIN Yogyakarta

Lewat novel sejarah yang ditulis oleh Hanum dan Rangga ini membukakan kesadaran dan eksistensi umat Islam, bahwa sebagai minoritas Muslim di Eropa, hidup bukan perkara mudah. Bagi muslimah berjilbab, mencari pekerjaan di Austria, negara dan pintu masuk di mana penulis tinggal dan menjelajah Eropa selama 3 tahun, tidak saja harus diperoleh dengan kesungguhan dan kepandaian, tetapi benar-benar membutuhkan mental yang kuat melawan emosi dan sakit hati untuk selalu siap ditolak dan dipinggirkan. Perjuangan hidup yang berat dan menyayat hati sudah terlanjur menjadi kisah biasa yang memaksa nalar kita untuk memakluminya .....
» baca selengkapnya

Resensi from Najlazea

Another traveling book written by Hanum Salsabiela Rais. Don't worry this is not ordinary traveling books that spread all over bookshops in Jakarta. This book is different. You will not only find information about places to go and what to eat with limited budget, this book gives you more.

Fasten your seat belt, let's start the journey around Europe. It's begun when the author lived in Vienna, Austria for 3 years. She was there to accompany her husband who got scholarship to continue his doctoral degree. If people always associate Europe with 'only' Eiffel Tower, Louvre Museum, luxurious palaces, and the like, not for the author. For her, Europe means a million mysteries about a very high civilization, yes it's Islam greatest civilization .....
» baca selengkapnya

Resensi Dalila Sadida

Pernah mendengar kata “jihad”? Apa yang ada di pikiran kawan bila mendengar kata itu? Perang? Kekerasan? Bagaimana kalau mengartikan jihad menjadi seperti ini: jihad adalah usaha kita (muslim) yang sungguh-sungguh untuk menjadi seseorang yang dapat menghayati sepenuhnya kalimat Laa ilaha illallah. Karena pernah saya membaca, perang di jalan Allah dalam membela agama punya istilah lain, yaitu qital (correct me if im wrong) .....
» baca selengkapnya

Resensi Nurvita Indarini

Sinopsis:
Buku ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, aku merasakan hidup di suatu negara di mana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritualku untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda.
Tinggal di Eropa selama 3 tahun adalah arena menjelajah Eropa dan segala isinya. Hingga akhirnya aku menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari sekedar Menara Eiffel, Tembok Berlin, .....
» baca selengkapnya

Resensi Marwan

Novel dengan judul 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA, PERJALANAN MENAPAK JEJAK ISLAM DI EROPA ini ditulis oleh dua orang muslim Indonesia. Mereka adalah Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Perjalanan sepasang suami istri ini kemudian diabadikan dalam cerita nonfiksi (novel islami). Perjalananya kedua dimulai dari kota Wina, ibu kota dari Negara Austria sampai akhirnya kembali pada sebuah tempat yang disebutnya sebagai titik nol kehidupan. Atau titik (tempat) dimana Al-Quran diturunkan dan Islam dihadirkan yaitu di Makkah.....
» baca selengkapnya

Resensi Akhda Afif Rasyidi

orang kaya yang mengirimkan anaknya ke sekolah berlabel internasional, seperti menggarami lautan, tapi ia tak sadar telah melubangi kapalnya sendiri [Hanum Rais]

Namanya Hanum Salsabiela Rais. Saya baru mengenalnya lewat buku pertamanya, “Menapak Jejak Amien Rais”. Yap, betul. Hanum adalah putri Amien Rais. Lulusan Kedokteran Gigi UGM yang kini mengabdikan hidup sebagai jurnalis. Bukunya mungkin terkesan subjektif, karena menceritakan salah seorang tokoh besar yang juga merupakan ayahnya sendiri. Namun, di sinilah menariknya. Hanum menceritakan sisi lain seorang tokoh besar, dari perspektif yang kita tak akan pernah memperolehnya, karena kita bukan anaknya. .....
» baca selengkapnya

Resensi Wildani Hefni

Hubungan dunia Eropa dan Islam mulai memanas sejak rusuhnya berbagai kejadian dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Sebut saja, pengeboman Madrid dan London, kemudian serangan teroris 11 September di Amerika, kontroversi kartun nabi Muhammad, semuanya menyebabkan ketegangan hubungan antara Islam dan Eropa. Islam menjadi sesuatu yang menakutkan. Sehingga peradaban Islam di daratan Eropa menjadi sesuatu yang kian lama kian disudutkan .....
» baca selengkapnya

Resensi dari Dedeh SH

Michael Crichton bilang: If you don’t know history, then you don’t know anything. You are a leaf that doesn’t know it is part of a tree. Barangsiapa tidak mengenal sejarah, ia tidak mengenal asal-usulnya. Seperti daun yang tidak menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari sebuah pohon.

Dan George Santayana mengatakan: Those who cannot remember the past are condemned to repeat it. Barangsiapa tidak belajar dari sejarah, ia dihukum untuk melakukan hal yang sama. .....
» baca selengkapnya<

Resensi Ririn

Assalamualaikum Wr. Wb.
Kali ini sudah bisa tidak. Tidak kuijinkan diriku menunda lagi postingan kali ini. Alasannya satu saja dan sangat sederhana. Aku tak ingin moment ini terlewat sia-sia tanpa merekamnnya dalam jejak tulisan. Karena akan ada waktu dimana aku akan mengenang perasaan ini. Takjub, terkesan dan lebih kepada terharu sebenarnya. Yeaahh itulah sekecamuk emosi yang kukenali setelah membaca buku ini. Buku tentang perjalanan seorang anak manusia bernama Hanum Salsabiela Rais selama 3 tahun di Benua Eropa.

I highly recommended this book for you, mate. Trust me it’s definitely inspiring .....
» baca selengkapnya

Sahabat HR, silahkan membaca resensi lainnya di Resensi "99 Cahaya di Langit Eropa",part.2

Resensi "99 cahaya di Langit Eropa" , part 2

Hanumrais Management mengucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam membuat resensi 99 Cahaya di Langit Eropa. Berikut ini beberapa cuplikan resensi yang masuk ke meja redaksi, selamat membaca ya...

Resensi Cindrakasih~Astrie

Ditulis dengan gaya bertutur personal, buku yang ditulis oleh Hanum Salsabila Rais dan sang suami tercinta, Rangga Almahendra ini akan membawa kita ke dalam lingkungan hidup yang riil. Penuh dengan nuansa dan gemuruh perjalanan sejarah peradaban Islam Eropa, baik pada masa silam maupun pada saat ini. Cara penyampaiannya pun sangat jelas, ringan, dan lancar mengalir. Lewat kisah menarik ini juga, penulis akan membuka mata kita akan pernak-pernik kehidupan Islam di Eropa dan merefleksikannya untuk memperkuat keimanan .....
» baca selengkapnya

Resensi Fandagri

Berbeda dari buku-buku traveling sebelumnya, akhir dari perjalanan penulis selama 3 tahun di Eropa ini justru mengantarkannya pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkan diri pada sumber kebenaran abadi yang Maha Sempurna, Allah SWT.....
»baca selengkapnya

Resensi Riris

Ketika membaca judul buku tersebut di spanduk sebuah toko buku di Solo, saya langsung penasaran. Apakah ini sebuah novel atau cerita tentang tempat-tempat bersejarah Islam di Eropa. Saya pun tak melewatkan acara bedah buku yang diadakan di toko buku tersebut.
Di awal sesi acara bedah buku, saya merasa agak aneh. Pembawa acara sekaligus moderator tidak membuka acara dengan salam. Acara pun dilanjutkan dengan langsung sesi tanya jawab dengan penulis yaitu mbak Hanum Salsabilla Rais.....
baca selengkapnya

Resensi Hadratul Asliyah

Buku ini belum saya baca. Baru saja saya buka. Saya baca pengantarnya, dan bagian akhirnya *ah ya, saya selalu penasaran dgn halaman persembahan ataupun ucapan terimakasih pada setiap buku, entah. Hanya merasa “so personal”. Seakan bisa saya rasakan bagaimana sang penulis bersemangat, terinspirasi dan tulus berterimakasih pada mereka yg tersebut pd halaman tsb .....
» baca selengkapnya

Resensi Joula Aulia

Actually today I was annoyed because I wasn't allowed to take exams today because my name wasn't listed as a participant, luckily it was just a mistake. And finally I could take the exam today.
But I remembered something today, on 31 December 2011 when I was buying the book "99 light the skies of Europe", an officer in the Gramedia bookstore told me that the author of my favorite books, Hanum Rais, would come there on the 6th of January 2012. So I just quickly go there because it starts at 3 pm.
» baca selengkapnya

Resensi Nafiatunnisa

karena buku yang baru selesai saya baca ini bukan milik saya dan akan segera dilempar ke orang lain,,hehehe maka saya akan segera mereviewnya agar tidak lupa. langsung saja,,, Kebetulan di suasana baru saya mendapat kesempatan untuk membaca buku karangan dari Hanum Salsabiela Rais ini bergaya tentang islam di daerah eropa baik mengenai sejarahnya mupun mengenai kehidupan sekarang ini. Dari nama pengarang sudah tidak asing lagi, dia adalah putri dari Pak Amin Rais. Hanum adalah jurnalis di trans TV yang sedang mengembara di Eropa mendampingi suaminya, Rangga Almahendra yang sedang menempuh studi doktoralnya di Wina, Austria. keterampilan yang dimilki hanum ini sebgai jurnalis membuat buku yang digarapnya menjadi sangat mudah dimengerti tanpa mengesampingkan keindahan di seiap bahasa. Pembaca memang seakan-akan diajak berpetualang dan melihat langsung hal-hal yang dijelajahinya selama lebih dari 3 tahun di sana.....
» baca selengkapnya

Resensi Meddy Danial

Wow, lagi! Seorang novelis baru bernama Hanum Rais telah lahir dan ikut memperkaya khasanah dunia kepenulisan di Indonesia. Penulis kelahiran Yogyakarta dan lulusan fakultas kedokteran gigi UGM yang juga anak kandung Amien Rais, bersama suaminya, Rangga Almahendra, berhasil membuat novel yang merupakan hasil dari perjalanannya di Eropa selama tiga tahun. Novel ini sekaligus bisa dicirikan sebagai novel perjalanan atau yang kerap dikenal sebagai backpacking novel.....
» baca selengkapnya

Resensi Heri

Haa, akhirnya saya nulis resensi juga :). Dulu-dulu sudah pernah, tapi gak jadi-jadi diposkan (jamannya blog yang lama), sampai-sampai filenya gak tau di mana sekarang. Kebiasaan, deh, suka nunda-nunda pekerjaan happy.
Tempo hari saya baca bukunya Hanum Rais (putri dari Amin Rais) dan suaminya, Rangga Almahendra, yang judulnya "99 Cahaya di Langit Eropa". Sebelumnya sempat baca resensi singkatnya (kalau gak salah di koran atau majalah, gitu), dan seingat saya menarik, apalagi ada kata-kata "Eropa"-nya, ngiler dua ember, dah, saya :D. Makanya begitu lihat di toko buku, langsung deh saya samber tongue ......
» baca selengkapnya

Resensi Edisty Friskanesya

Hmm..sebenarnya saya merasa tidak puas dengan review di post sebelum ini. Ada yang tanya kenapa? (yah, ngga ada juga gapapa sih, saya tetep cerita) Karena…well, u see..terakhir kali saya bikin postingan adalah bulan Desember. Rentang waktu yang tidak sebentar, terlebih selang waktu tersebut tidak saya gunakan dengan aktivitas menulis lainnya. Tetapi tentu ada alasan yang lebih utama: karena buku ini menguak banyak hal, lebih besar daripada jumlah halaman buku ini sendiri. Sungguh banyak yang ingin saya bagi mengenai buku ini. Di antara sekian banyak hal, inilah yang bisa saya tulis:

1. Mengapa 99?
Pertama saya pikir, mungkin angka 99 ini merujuk pada jumlah babnya (oke, toyor saya). Tapi ternyata, menurut Mbak Hanum, 99 ini mengacu pada Asmaul Husna, 99 nama dan sifat Allah. Kurang lebih, penulisnya ingin menunjukkan kesan bahwa di langit Eropa pun, yang muslim menjadi minoritas di sana, cahaya islam dan rahmat Allah tetap terang-benderang melingkupinya. Masha Allah.....
» baca selengkapnya

Resensi Husni I. Pohan

Buku ini memuat perjalanan Hanum menelusuri jejak peradaban Islam di Eropa, tak jelas benar bagaimana Hanum membagi penugasan dalam membuat buku ini dengan Rangga (suami-nya), kesan saya sebagai pembaca, pengalaman Hanum jauh lebih dominan, dan mengamati pendekatan ala catatan harian yang digunakan, serta cerita yang khas sudut pandang wanita dengan sahabat2nya seperti Fatma (Wina dan Istanbul) dan Marion Latimer sang muallaf (Perancis) lebih kuat lagi menimbulkan kesan bahwa Hanum lah yang lebih banyak berada di balik lahirnya buku ini.....
» baca selengkapnya
Sahabat HR, jangan lupa juga banyak resensi lainnya di Resensi 99 Cahaya di Langit Eropa, part.1

4 Mar 2013

Interview "99 Cahaya di Langit Eropa"


Q : Buku tentang apakah  99 Cahaya di Langit Eropa?
A : Dari judul, ada kata Eropa, mungkin orang sudah bisa menebak buku ini tentu ada unsur jalan-jalannya. Benar, tidak sepenuhnya salah. Dan jika anda mendengar angka 99, pasti sebagian besar akan mengasumsikannya dengan asma’ul husna, kesempurnaan. Benar, juga. Jadi buku ini adalah tentang sebuah perjalanan pencarian saya dalam menyibak cahaya  kesempurnaan yang di pancarkan peradaban Islam di benua ini. Buku ini bergenre novel perjalanan spiritual sekaligus novel sejarah yang mencoba menguak Eropa yang menyimpan sejuta misteri tentang Islam. Saya menuliskannya dalam bahasa ringan dan sederhana berdasarkan interaksi saya dengan banyak orang Eropa dari berbagai lini yang pernah saya temui selama 3 tahun tinggal di Eropa. Untuk pertama kalinya saya merasakan hidup di suatu negara dimana agama Islam menjadi minoritas, pengalaman yang tentunya makin memperkaya spiritual saya untuk lebih mencintai islam dengan cara yang berbeda.

Q : Apa yang kemudian membuat buku ini berbeda dengan buku traveling yang lain?
A : Sangat berbeda. Karena jika Anda mencari buku traveling yang mengumbar bagaimana tips dan trik berburu tiket perjalanan murah, akomodasi nebeng atau gratis, konsumsi super ngirit, sehingga bisa meraih keuntungan maksi dengan biaya paling minim, maka buku ini bukan jawabannya. Bagi saya, travel cost memang penting, tetapi jangan sampai mengurangi makna perjalanan itu sendiri.  Traveling tidak sekadar untuk bisa mengatakan ‚“Yes, I’ve been there. Done! Next destination is...”. Lalu fotonya dipajang di twitter atau facebook.
Bagi saya yang lebih penting adalah, bagaimana makna sebuah perjalanan harus bisa membawa pelakunya naik ‘derajat‘ yang lebih tinggi, baik horizon ilmu maupun perspektif kemanusiaannya, meninggikan keimanan dan ketaqwaanya pada Allah SWT. Buku ini memaparkan dan merefleksikan ini semua.
Jika Anda berminat untuk mencari lebih jauh bagaimana saya mendapatkan tiket murah, akomodasi dengan menginap di rumah kawan-kawan atau kenalan, dan tips untuk mengisi perut yang paling efektif dalam perjalanan saya ini, langsung ke email saya saja, kita berkorespondensi secara pribadi saja yaaa...

Q : Apa yang melatarbelakangi anda menulis buku ini?
A : Banyak hal. Tentang keprihatinan saya tentang kondisi ummah sekarang ini. Itu yang pertama dan paling memotivasi saya. Fatma, teman saya pernah getol sekali ingin belajar bahasa Inggris bersama saya. Ketika saya tanya apa yang membuatnya begitu termotivasi. Ia menjawab, karena suatu kali ia pernah begitu tersinggung terhadap dirinya sendiri. Suatu kali seorang turis asing berbahasa Inggris bertanya padanya, mungkin bertanya peta atau arah menuju suatu tempat. Namun Fatma menggeleng tanda tak paham. Turis tadi kecewa, mungkin ia sudah begitu ‘desperate‘ bahwa ada seseorang yang bisa menjawabnya. Lalu Fatma melihat turis itu bertanya kepada seorang berandalan jalanan berdandanan punk. Fatma tersinggung oleh dirinya sendiri, ketika perempuan berbaju metal dengan penuh tempelan paku dan sekrup di sekujur tubuhnya itu menjawab sang turis dengan bahasa Inggris yang sangat lancar. Wajah turis itu langsung sumringah.  Entah, Fatma merasa begitu minder ketika melihat dirinya berjilbab namun tak bisa menjawab apapun.
Itu hanya persoalan kecil. Persoalan lebih besar tentu adalah dalam sekup negara. Ditengah retorikan teriakan jihad untuk berperang dengan negara barat, sejatinya tak ada satupun negara muslim di dunia ini yang mempunyai kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri dengan inovasi dan teknologi modern. Rasa rasanya sudah tidak adalagi scholar muslim era modern, yang namanya menonjol di panggung dunia, padahal jaman dahulu banyak sekali. Yang lebih menyedihkan, ketika kita mengetik “muslim scholar modern day” di Google, kita tidak akan menemui satupun nama orang Indonesia yang tercatat di sana, padahal Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.
Ketika jilbab ‘diharamkan‘ di Prancis, minaret masjid dijatuhi hukuman ‘mati‘ oleh publik Swiss dalam referendum, kartun Nabi Muhammad dijadikan lelucon di Denmark, Video Fitna atau Submission di Belanda, game internet Baba Moschee yang menkampanyekan penghilangan imigran muslim di Austria diserukan, kita hanya bisa berteriak-teriak dan bakar ini bakar itu. Hanya itu. Tidak lebih. Lalu menghilang diterpa berita lain. Lalu beberapa waktu mendatang datang kejailan‘ yang lain. Begitu begitu begitu terus.
Perjalanan saya mengetengahkan sebuah realitas, ketika sebuah bangsa semakin meninggalkan akar keilmuannya, kecendekiaannya, intelektualitasnya lalu hanya berkutat dengan dirinya sendiri, jauh dari  hal-hal yang konkrit dan produktif, saling menyerang karena yang beda-beda tipis, menyalahkan sana sini, maka bangsa itu hanya tinggal menunggu waktu untuk dicaplok oleh bangsa lain dan menjadi barang tertawaannya.

Q : Tempat tempat mana saja yang dikunjungi dalam buku ini?
A : Buku ini menjelajah 5 kota di Eropa yang bagi saya erat kaitannya dengan perjalanan imperium keyakinan terbesar yang pernah ada, Islam. Wina ke Paris ke Cordoba-Granada dan terakhir ke Istanbul. Memang dari kelima kota ini, bukanlah kota baru‘ yang sering diungkap atau dibahas di buku-buku traveling. Tapi buku ini lebih detil menceritakan isi dari berbagai museum dan istana di Eropa, bahkan rumah ibadah seperti gereja dan masjid yang lekat dengan ruh peradaban Islam. Membaca buku ini tak hanya menggairahkan kita untuk menyaksikan keindahan Eiffel, kemegahan Colosseum, sisa-sisa Tembok Berlin, atau nuansa air yang belleza di gondola-gondola Venezia. Bukan juga hanya semata-mata melihat seperti apakah stadion San Siro, Santiago Bernebau.  Membaca buku ini kita dibawa ke sebuah lazuardi peradaban Islam yang membangkitkan rasa percaya diri dan kebanggaan sebagai muslim di jaman modern ini.


Q : Apa yang dapat disimpulkan dari perjalanan anda?

A : ‘Dan perjalanan saya akhirnya kembali ke ‘titik awal‘ dimana perjalanan itu dimulai. Di akhir cerita, saya menuliskan sebuah kontemplasi dan refleksi saya tentang kondisi umat,  apa tugas kita, mengapa kita hidup dalam dimensi keberadaan dan lebih lengkapnya tentu baca langsung buku saya ya...

* Gambar diambil dari internet

Interview Menapak Jejak Amien Rais

Q : Buku tentang apakah  Menapak Jejak Amien Rais ?
A : Buku ini adalah tulisan tentang kebersamaan saya dengan ayah saya, Amien Rais, kemudian diberi judul oleh penerbit dengan "Menapak Jejak Amien Rais".
Saya merasa mendapat banyak pelajaran nilai dan keteladanan dari seorang Amien Rais. Dalam buku ini, Saya mencoba menuliskan sosok Amien Rais yang jauh dari hingar bingar ekspose media dan politik. Saya mencoba merangkum  penggalan-penggalan kisah dan dialog saya dengan bapak, dengan gaya bercerita yang lugas dan sederhana, mudah mudahan pembaca tak perlu kesulitan mensarikan nilai hidup apa yang diajarkan Amien Rais.

Q : Apa yang kemudian membuat buku biografi ini berbeda dengan yang lain?
A : Biografi tokoh biasanya berkutat pada alur cerita perjalanan hidup dari lahir, sekolah, berkarir, hingga pencapaian pencapaian besar yang berhasil ia peroleh. Namun ada yang sering dilupakan dalam sebagian besar buku biografi bahwa jalan hidup seseorang tak akan pernah sama. Tidak mungkin kita bisa meniru persis jalan hidup orang lain. Buku Menapak Jejak Amien Rais ini adalah novel biografi yang ditulis oleh saya dengan gaya yang mengalir dan apa adanya. Bercerita tentang kisah kisah di balik panggung politik Amien Rais, jauh dari pengkultusan individu. Tak melulu hanya bercerita keberhasilan ayah saya, namun juga liku-liku kehidupannya, termasuk juga episode kegagalan kegalan yang pernah ia alami. Saya justru belajar banyak dari cara bapak mengatasi kegagalan kegagalan dalam hidupnya.

Q : Apa yang melatarbelakangi anda menulis buku ini?
A : Saya menganggap apa yang sudah saya peroleh dari keteladanan bapak saya adalah sesuatu yang berharga dan tak bisa saya simpan sendiri. Untuk itulah saya ingin berbagi kepada para pembaca. Kalaupun bapak bukanlah Amien Rais, bukan tokoh umat, bukan penggerak reformasi, bukan siapa-siapa, saya tetap akan menulisnya sebagai sosok  yang telah banyak memberi ilmu kehidupan kepada saya.
Dengan mengambil setting perjalanan perjuangan hidup bapak dari waktu ke waktu, saya banyak mendapat pelajaran berharga tentang kepemimpinan, nilai nilai keluarga dan mutiara hidup dari seorang sosok Amien Rais.

Q : Kepemimpinan? Bagaimana karakter kepemimpinan yang bisa di pelajari dari seorang Amien Rais ?
A : Bapak sering mendapat atribut sebagai figur pemimpin yang jujur, cerdas dan berani. Namun menurut saya kadar kejujuran dan intelektualitas orang mempunyai takaran dalam konteks yang berbeda-beda sehingga tidak mudah begitu saja kita tiru. Ada satu lagi karakter kepemimpinan dari bapak yang jarang ditonjolkan orang, tapi paling sering saya saksikan. Yaitu sifatnya yang selalu forward-looking, menatap ke depan. Setiap ada kegagalan, ia bisa cepat bangkit dan menata diri untuk kembali berkarya. Sifat ini juga yang mengajari saya untuk menjadi pemimpin bagi diri sendiri yang pantang menyerah dalam menemui tantangan tantangan hidup

Q : Anda juga menyebutkan nilai nilai keluarga, seberapa pentingkah arti keluarga bagi seorang Amien Rais?
A : Sangat penting sekali. Keluarga adalah pilar utama sebuah negara. Saya percaya bahwa negara akan kuat jika dipimpin oleh pribadi yang berhasil dalam keluarganya. Satu hal yang menjadi catatan dari saya betapa bapak dengan tenang dan tanpa beban berjuang di ranah publik melalui berbagai wadah, organisasi politik maupun keagamaan di Muhammadiyah. Karena bapak telah menyelesaikan urusannya terlebih dahulu dengan keluarganya sebelum ia melangkah jauh keluar rumah.

Q : Bisakah anda memberi contoh, nilai nilai keluarga yang diajarkan Amien Rais
A : Bisa. Misal bapak selalu mengajak kami untuk sholat berjama’ah. Bapak percaya, dengan selalu sholat berjamaah , kehidupan suatu rumah tangga pasti akan harmonis. Dan menurut saya ini kebiasaan yang baik. Pada bagian 4 buku ini, saya juga mencuplik bagaimana sentralnya peran ibu di dalam kehidupan seorang Amien Rais. Keputusan penting dalam hidupnya ia selalu konsultasikan dengan ibunda-nya Sudalmiyah Rais. Termasuk saat ibundanya menasehati Amien Rais agar menolak baik-baik tawaran Pak Habibie saat dirinya dicalonkan sebagai calon Presiden pada tahun 1999. Amien Rais selalu yakin, intuisi seorang ibu adalah kekuatan penting dalam hidup. Demikian pula ia mengajarkan pada saya agar selalu berbirrul walidain, berbakti kepada orang tua sepanjang masa.
(Dikutip dari Bab 3: Menembus Batas, hal: 133)

Q : Siapa yang harus membaca buku ini?
A : Ya, sebelum buku ini diterbitkan, saya mencoba meminta pendapat dari orang dengan berbagai latar belakang berbeda. Dari mulai ibu rumah tangga, wartawan, politisi, hingga kaum profesional yang jauh dunia politik. Rata rata tanggapannya positif. Mereka mengatakan, buku ini ringan dibaca dan cocok untuk siapapun yang masih mencari-cari bagaimana memaknai arti kehidupan, bagaimana seni memimpin diri sendiri dan membina keluarga.

*Gambar diambil dari internet

Pemenang lomba 99 Cahaya

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA IMPIAN KE EROPA BERSAMA 99 CAHAYA DILANGIT EROPA

Berikut adalah pemenang lomba foto 99 Cahaya di Langit Eropa untuk satu orang dengan hadiah 1 tiket PP Jakarta-Istanbul-Jakarta


SELAMAT KEPADA PEMENANG!!!

Nurul Asri
Alamat : Jl. Talasalapang 3 no. 12 Makassar
Sulawesi Selatan
Berikut ini foto dan tautan untuk 2 link social media, cara yang dipilih oleh Nurul Asri.

- Melalui Facebook sebanyak 570 jempol facebookers
Link Facebook Nurul bisa klik disini
- Melalui Blog pribadi Nurul sebanyak 30 komentar
Link Blog Pribadi Nurul bisa klik disini

Penilaian terhadap foto kreatif tidak hanya didasarkan pada foto saja,namun juga pada penulisan blog/caption, jumlah komentator blog/Facebook/twitter,dan jumlah penyuka(like) dari facebook atau jumlah retweet dari tweet foto di twitter.

Keputusan pemenang ini bersifat tetap, tidak dapat diganggu gugat.

Selamat sekali lagi kepada pemenang.
Dan bagi para pembaca setia 99 Cahaya di Langit Eropa lainnya jangan berkecil hati. InsyaAllah di bulan Ramadhan ini akan ada lagi promo 99 Cahaya di Langit Eropa bekerjasama dengan Alisan Tour and Travel untuk memenangkan 2 tiket beribadah umrah.

Sampai berjumpa di promo 99 Cahaya di Langit Eropa selanjutnya.

Selamat menunaikan ibadah puasa semuanya ya teman teman…

Wassalamu’alaikum wr wb.

Hanum Rais Management

1 Feb 2013

Sinopsis Berjalan di Atas Cahaya


Ivano terduduk. Kepalanya tertunduk di depan pintu gereja. Sudah tak terhitung berapa orang turis di katedral Palermo yang berjubel-jubel harus menabrak tubuhnya yang menghalangi sebagian badan jalan masuk gereja. Tapi Ivano bergeming. Dia masih terus menatap pilar putih di depan katedral kota para mafioso Eropa itu. Semua yang dikatakan Raghi benar adanya.

Ivano menangis membaca tulisan berwibawa itu. Kali ini sirna sudah kebenciannya atas Sisilia dan Raja Roger. Tiba-tiba ia menyesali semua prasangka buruk tentang nestapa negerinya. Terbaca jelas tulisan yang terukir di pilar katedral Palermo: Bismilillahirrahmaanirrahiim, alhamdullilahirabbilaalamiin.

*****

“Dan Allah menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan, dan Dia mengampuni kamu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hadid: 28)

Berjalan di Atas Cahaya adalah kumpulan kisah perjalanan di Eropa yang akan membuat Anda lebih mengenal ampunan dan kasih sayang Tuhan melalui makhluk ciptaan-Nya.

Buku tersedia  di toko gramedia terdekat atau pesan melalui hanumrais.com

4 Nov 2011

Lomba 99 Cahaya di Langit Eropa



Hai semuanya,kali ini hanumrais.com mengadakan lomba buat kamu-kamu yang sudah memiliki dan membaca novel karya hanum rais yaitu "99 Cahaya di Langit Eropa".
Info selengkapnya baca dibawah ini ya..

Lomba Resensi 99 Cahaya di Langit Eropa

1. Menulis resensi 99 Cahaya di Lanit Eropa di Media Cetak
  • Resensi buku 99 Cahaya di Langit Eropa untuk dimuat dimedia cetak baik lokal, nasional, maupun internasional.
  • Kirim pindaian(scan) / foto resensi yang dimuat (lengkap nama media, tanggal terbit resensi) melalui email ke:
    99cahayadilangiteropa[at]gmail.com ,
    cc : wahyu[at]gramediapublisher.com
    Pindahaian /foto harus jelas dan dapat dibaca.
  • Penilaian Juri berdasar luasnya skala edar media yang memuat resensi dan kualitas tulisan. Semakin luas skala edar media akan mendapatkan penilaian lebih tinggi.
2. Menulis Resensi 99 Cahaya di Langit Eropa di Internet
  • Resensi buku 99 Cahaya di Langit Eropa di media portal di internet (misalnya: okezone , kompas , detik, dan lain-lain)
  • Kirimkan link untuk melihat resensi tersebut melalui email ke :
    99cahayadilangiteropa[at]gmail.com,
    cc : wahyu[at]gramediapublishers.com
    Link resensi harus bisa diakses publik.
  • Penilaian juri berdasarkan kualitas resensi dan level media portal
3. Membuat video kreatif 99 Cahaya di Langit Eropa
  • Video kreatif tentang buku 99 Cahaya di Langit Eropa, dan kemudian di unggah di youtube, vimeo, atau website video porta/sosial media lainnya.
  • Kirimkan link untuk melihat resensi tersebut melalui email ke :
    99cahayadilangiteropa[at]gmail.com,
    cc : wahyu[at]gramediapublishers.com
    Link resensi harus bisa diakses publik.
  • Penilaian juri berdasarkan kualitas kreativitas video dan respon dari viewer
» Batas akhir pengiriman e-mail untuk semua kategori adalah 30 April 2013
» Setiap e-mail yang dikirimkan peserta harus disertai keterangan kategori lomba yang diikuti dan dilengkapi dengan data diri (nama, alamat, no.hp, dan lain-lain)
» E-mail mohon dikirim hanya satu kali. E-mail yang berulang tidak akan diperhitungkan.
» Kompetisi ini berlaku untuk perioda Desember 2012 sampai April 2013
» Pada akhir perioda akan dipilih satu orang pemenang untuk mendapatkan tiket gratis umrah bersama 99 Cahaya di Langit Eropa, bekerjasama dengan ALISAN Tour and Travel
» Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat
» Hadiah tidak dapat dipindahtangankan dan tidak dapat diuangkan.
Informasi lebih lanjut di : lomba resensi gramedia pustaka