New Movie Faith and the City

Kelanjutan kisah perjalanan di buku sebelumnya, Bulan Terbelah di Langit Amerika. Mengangkat topik tentang peran media massa dalam mencitrakan Islam di mata dunia

Kuliah Hak Segala Bangsa

Kuliah kilat gratis...tis...tisss... yang bisa diakses kapan saja, dimana saja hanya di Youtube KHSBPositivi

19 Aug 2008

Menjual Pesona Patung Artistik



Hanum Salsabiela – detikNews

Jakarta - Slowakia memang bukan negara yang memiliki banyak keunggulan dibanding negara-negara Eropa lainnya. Baik dari segi budaya, geografis, sumber daya alam, atau sejarah. Tapi ada yang menarik saat saya berkunjung ke negara eks komunis ini.

Kira kira hanya 1,5 jam perjalanan dari Wina dengan menggunakan bus antar negara, saya tiba di terminal bus di Bratislava. Tak sulit untuk menguasai kota paling besar di seluruh Slowakia itu. Begitu turun di terminal bus, saya ternyata sudah langsung berada di Old Town, pusat kota Bratislava.

Sedikit berjalan menyusuri koridor jalanan di Old Town saya melihat berbagai patung unik dibangun di sudut kota. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Bratislava, termasuk saya.

Sebagian besar patung berbentuk manusia. Anehnya, tak seperti patung patung lainnya yang umumnya merupakan sosok tokoh atau figur publik yang memiliki kesan mendalam, patung patung ini lebih memamerkan nuansa artistik daripada sejarah yang melatarbelakaginya.

Ada yang berbentuk badan telanjang yang terbalik, wajah laki laki separuh muka, atau wanita dan laki-laki yang saling bercengkrama. Di sisi lain dari Old Town, saya juga menemukan patung artistik para serdadu militer. Ada yang tengah membidik senapan dan ada yang tengah keluar dari tempat persembunyian.

Menurut para penduduk lokal, patung prajurit yang keluar dari lubang persembunyian ini merupakan salah satu landmark dari Bratislava. "Jika di Wina, Anda membanggakan Gereja Stephansdome, nah kami bangga dengan patung ini," kata seorang warga, Pavel.

Ternyata, patung-patung unik ini berhasil menyedot perhatian turis. Buktinya, banyak turis yang berpose untuk difoto di depan patung. Rupanya, kreativitas membuat patung juga diikuti para pemilik bisnis usaha di sepanjang Old Town. Banyak restoran dan cafe yang memajang patung selamat datang dengan berbagai ekspresi di depan kedainya. Layaknya, sebuah ikon patung makanan siap saji Mc Donald's. Efek positifnya, banyak pengunjung yang akhirnya masuk, makan dan minum setelah penasaran berfoto dengan sang patung.

Tak hanya itu, berbagai kartu pos, bola salju, magnet tempel, dan aksesoris buah tangan Bratislava juga bertemakan patung-patung lucu tersebut. Alhasil, dagangan para penjaja suvenir pun laris manis diserbu turis yang membeli oleh-oleh.

Saya sempat berpikir, sesungguhnya apa yang dilakukan dengan memajang patung-patung 'nyentrik' di tengah kota tanpa ada deskripsi yang jelas, bukanlah sesuatu yang luar biasa? Yang luar biasa adalah kejelian industri turis di Slowakia yang melihat bahwa dengan begitu pun mampu menarik wisatawan untuk datang dan berkunjung sekaligus melahirkan devisa negara.

Fakta bahwa tak memiliki kekayaan alam atau sejarah tak membuat Slowakia patah arang. Dengan slogannya The Little Big City, Slowakia bisa dibilang mampu mengejar ketertinggalannya dari negara negara Eropa lainnya.

Salut patut kita acungkan untuk negara yang baru berusia 14 tahun ini. Mudah-mudahan kreativitas semacam ini menjadi inspirasi bagi industri pariwisata di Indonesia yang notabene mempunyai segalanya lebih dari Slowakia.

(nrl/nrl) detiknews