GRATIS Loh.....

Bulan Terbelah di Langit Eropa, Available Now...

Sudah punya Novel Berjalan diatas Cahaya?

“Seru! Jalan-jalan ke Eropa dan dapat kisah inspiratif ‘hanya’ seharga buku ini. Beneran!”, kata K.H. Yusuf Mansur

MILIKI SELURUH KOLEKSI HANUM dan RANGGA

Buat Kamu yang pengen memiliki koleksi novel karya hanum dan rangga, pemesanan bisa loh dilakukan melalui web ini. GRATIS ongkir utk wilayah pulau Jawa. Buruannnnnn !!!


PENGUMUMAN: Untuk sementara kami tidak melayani pembelian novel via web. Silahkan menghubungi toko gramedia terdekat. Terimakasih

Oct 22, 2009

Amien Rais: Reformasi Indonesia Sudah di Arah yang Benar

Amien Rais: Reformasi Indonesia Sudah di Arah yang Benar
Rangga Almahendra – detikNews

Wina - Indonesia baru saja mendapatkan predikat baru sebagai negara demokratis nomor 3 terbesar di dunia, setelah India dan Amerika. Bahkan dibanding kedua negara itu, Indonesia berhasil mengatasi tantangan pluralisme yang jauh lebih kompleks.

Banyak yang memperkirakan nasib Indonesia akan seperti Yugoslavia atau Uni Soviet pasca turunnya Suharto, tapi hingga saat ini Indonesia masih kokoh berdiri sebagai bangsa yang besar.

Demikian disampaikan Amien Rais saat memberikan kuliah di Academy of Science Austria, Kamis (22/10/2009).

“Jadi tidak ada alasan untuk pesimis dalam menatap masa depan”, imbuh mantan Ketua MPR ini.

Namun Amien juga menambahkan, pemerintahan SBY dan kabinet baru harus bekerja lebih keras dalam menuntaskan agenda reformasi. Menurut Amien, dari 6 agenda reformasi, 3 masih belum tuntas, yaitu penegakan hukum tanpa tebang pilih, tata pemerintahan yang bersih dan pemulihan ekonomi.

“Meskipun masih terseok, reformasi di Indonesia sudah berjalan di arah yang benar,” ujar Amien.

Amien Rais datang ke Wina memenuhi undangan dari KBRI Austria untuk memberikan kuliah umum dengan tema: Reformasi and Democratization Movement in Indonesia :1998-2009.

Pada hari yang sama Amien juga memberikan ceramah kedua di Vienna University of Economics and Business, kali ini untuk memenuhi undangan dari CEMS, aliansi sekolah bisnis terkemuka di Eropa.

Dalam kuliah kedua ini Amien membawakan topik Globalisasi dalam perspektif dunia ketiga. Amien lebih banyak membedah isi bukunya : Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan Indonesia, yang sudah diterjemahkan dalam bahasa inggris menjadi Save Our Nation dan akan dirilis di luar negeri dalam waktu dekat.

Gunther Stahl, Professor INSEAD yang memandu kuliah malam itu berkomentar, meskipun sangat provokatif, buku Amien memberi perspektif baru bagi dunia barat.

Dalam kuliahnya Amien mengatakan, jumlah pengeluaran untuk kebutuhan kosmetik di Amerika cukup untuk memenuhi pembangunan infrastruktur pendidikan di dunia ketiga.

Reformasi Indonesia Sudah di Arah yang Benar“Bagaimana dunia ketiga bisa bersaing, jika masih banyak ketimpangan dan ketidaksetaraan di berbagai bidang?” lontar Amien.

Amien juga mengkritik kebijakan IMF, Bank Dunia dan WTO yang justru membuka jalan bagi dunia barat untuk mengeksploitasi dunia ketiga. Amien menghendaki adanya dialog yang lebih jujur dan terbuka antarnegara maju dan negara berkembang atas prinsip kesetaraan.  Setiap negara memiliki hak yang sama untuk membangun bangsanya, pungkas Amien di akhir kuliah.

Mahasiswa Antusias

Meskipun topik yang dibawakan Amien sangat kontroversial, sekitar 100 mahasiswa dari berbagai negara tampak antusias mengikuti kuliah malam itu sampai selesai. Bahkan beberapa mahasiswa langsung memesan kopi buku Amien.

Setelah kota Wina, Amien Rais akan melanjutkan perjalanannya ke kota Praha, Berlin dan Amsterdam. Amien dan rombongan direncanakan kembali ke tanah air tanggal 26 Oktober nanti.



(lrn/nrl) detiknews

Oct 20, 2009

Amien Rais: Indonesia Buktikan Islam Selaras Demokrasi

Amien Rais: Indonesia Buktikan Islam Selaras Demokrasi
Rangga Almahendra - detikNews

Jakarta - Tokoh reformasi Amien Rais mengatakan Indonesia membuktikan bahwa Islam dapat berjalan selaras dan seiring dengan demokrasi. Indonesia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, membuktikannya dengan pemilihan legislatif dan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden secara langsung pada tahun 2004 dan 2009 berjalan lancar, aman dan damai.

Indonesia juga sudah memasuki fase pemilihan untuk gubernur, bupati atau walikota secara langsung oleh rakyat. Amien menegaskan, belum tentu hal ini bisa dilakukan seluruh negara di Eropa.

Pernyataan itu disampaikan oleh Amien dalam kuliah umum yang bertema 'Islam and Democracy: Indonesian Perspective and Experience' di Bratislava, Slovakia pada selasa, 20 Oktober 2009.

Kuliah umum ini diselenggarakan oleh KBRI Bratislava bekerja sama dengan Universitas Ekonomi Bratislava. Tampaknya, tema Islam dan Demokrasi ini sangat mengundang antusiasme warga Eropa. Sejumlah duta besar dan diplomat dari perwakilan asing negara-negara sahabat, pemerhati Islam dan demokrasi hadir. Lebih dari 300 mahasiswa dari Universitas Ekonomi dan Universitas Comunius juga menjejali ruang kuliah umum. Dua universitas tersebut cukup terkemuka di Slovakia. Pertanyaan kritis dari para mahasiswa negara bekas komunis tersebut pun mengalir deras untuk Amien.

Amien menambahkan, Indonesia secara jelas dapat menjadi rujukan untuk menjawab adanya keraguan beberapa kalangan sebelumnya apakah Islam dapat selaras dengan demokrasi.

Sebelumnya, dalam kesempatan tersebut, Harsha E. Joesoef, Duta Besar RI untuk Slovakia menyatakan bahwa melalui kegiatan ini Indonesia ingin berbagi pengalaman dengan Negara-negara sahabat di Eropa mengenai pelaksanaan dan kehidupan demokrasi di Indonesia, yang notabene negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Amien Rais, berada di Eropa selama 8 hari untuk memberikan sejumlah kuliah dan seminar di beberapa universitas di Eropa seperti di Slovakia, Jerman, dan Austria. Sebagaimana sebelumnya, ide-ide pemikiran Amien Rais yang akan diangkat dalam kuliah berikutnya adalah tentang Islam, Demokrasi serta perspektif globalisasi di mata dunia ketiga.

(rdf/rdf) detiknews

Amien Rais: Islam Selaras Demokrasi

Amien Rais: Indonesia Buktikan Islam Selaras Demokrasi
Rangga Almahendra - detikNews

Jakarta - Tokoh reformasi Amien Rais mengatakan Indonesia membuktikan bahwa Islam dapat berjalan selaras dan seiring dengan demokrasi. Indonesia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, membuktikannya dengan pemilihan legislatif dan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden secara langsung pada tahun 2004 dan 2009 berjalan lancar, aman dan damai.

Indonesia juga sudah memasuki fase pemilihan untuk gubernur, bupati atau walikota secara langsung oleh rakyat. Amien menegaskan, belum tentu hal ini bisa dilakukan seluruh negara di Eropa.

Pernyataan itu disampaikan oleh Amien dalam kuliah umum yang bertema 'Islam and Democracy: Indonesian Perspective and Experience' di Bratislava, Slovakia pada selasa, 20 Oktober 2009.

Kuliah umum ini diselenggarakan oleh KBRI Bratislava bekerja sama dengan Universitas Ekonomi Bratislava. Tampaknya, tema Islam dan Demokrasi ini sangat mengundang antusiasme warga Eropa. Sejumlah duta besar dan diplomat dari perwakilan asing negara-negara sahabat, pemerhati Islam dan demokrasi hadir. Lebih dari 300 mahasiswa dari Universitas Ekonomi dan Universitas Comunius juga menjejali ruang kuliah umum. Dua universitas tersebut cukup terkemuka di Slovakia. Pertanyaan kritis dari para mahasiswa negara bekas komunis tersebut pun mengalir deras untuk Amien.

Amien menambahkan, Indonesia secara jelas dapat menjadi rujukan untuk menjawab adanya keraguan beberapa kalangan sebelumnya apakah Islam dapat selaras dengan demokrasi.

Sebelumnya, dalam kesempatan tersebut, Harsha E. Joesoef, Duta Besar RI untuk Slovakia menyatakan bahwa melalui kegiatan ini Indonesia ingin berbagi pengalaman dengan Negara-negara sahabat di Eropa mengenai pelaksanaan dan kehidupan demokrasi di Indonesia, yang notabene negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Amien Rais, berada di Eropa selama 8 hari untuk memberikan sejumlah kuliah dan seminar di beberapa universitas di Eropa seperti di Slovakia, Jerman, dan Austria. Sebagaimana sebelumnya, ide-ide pemikiran Amien Rais yang akan diangkat dalam kuliah berikutnya adalah tentang Islam, Demokrasi serta perspektif globalisasi di mata dunia ketiga.

(rdf/rdf) detiknews

Oct 5, 2009

Dari Perut sampai ke Hati

Baratislava - Dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia, jargon yang satu ini mungkin perlu dianut. Dari perut sampai ke hati. Yakni kecintaan akan masakan Indonesia yang lezat, pada gilirannya akan menimbulkan keinginan untuk lebih mengenal Indonesia secara luas.

Inilah yang dipakai oleh Emilia S Joesoef, istri duta besar RI untuk Slovakia dalam mempromosikan Indonesia di Eropa. Sejumlah istri duta besar dari negara negara sahabat seperti Finlandia, Swedia, Spanyol, Kroasia, dan puluhan undangan lainnya yang tergabung dalam International Women Club Bratislava (IWCB) Rabu lalu (30/9/2009) dijamu dengan serangkaian kekayaan masakan tanah air.

Kegiatan Indonesian Culinary Safari ini tentu saja menjadi sarana efektif untuk meningkatkan pengenalan masyarakat internasional terhadap Indonesia. Karena memiliki cita rasa dan jenis makanan yang paling variatif di dunia, masakan pedas, manis, sampai asam pun digelar dalam kegiatan tersebut.

Para pengunjung pun tampak antusias saat pemutaran video cooking aneka ragam masakan Indonesia dipertontonkan. Apalagi, video ini bukan produksi dalam negeri, melainkan produksi BBC London. Berdurasi sekitar setengah jam, video ini menyuguhkan proses memasak masakan Indonesia secara spesifik yang diperagakan oleh chef profesional. Mulai dari pengolahan bumbu hingga penyajian, dan pencicipan masakan.

Meski lidah mereka asing, para ibu-ibu anggota darmawanita Eropa ini tampak biasa menyantap hidangan tanah air yang terkenal 'spicy'. Di antaranya, sate Padang, sate ayam Madura, ayam Bali betutu, nasi goreng, telur balado, rendang, gado-gado, ikan bakar, dan es cendol.

Untuk melengkapi makanan utama tersebut, disajikan pula makanan jajan pasar. Sebut saja, penganan seperti semar mendem, lapis beras, wingko babat dan lapis legit berkompetisi untuk dicicipi para madame.

Hmm..mudah-mudahan, setelah mereka kenyang akan cita rasanya, mereka tak lupa, masakan yang mereka santap adalah buah kekayaan bangsa Indonesia.