New Movie Faith and the City

Kelanjutan kisah perjalanan di buku sebelumnya, Bulan Terbelah di Langit Amerika. Mengangkat topik tentang peran media massa dalam mencitrakan Islam di mata dunia

Kuliah Hak Segala Bangsa

Kuliah kilat gratis...tis...tisss... yang bisa diakses kapan saja, dimana saja hanya di Youtube KHSBPositivi

29 Sept 2009

Dari Ladendorf untuk Korban Gempa Padang

Hanum Salsabiela Rais – detikNews

Wina - Rupanya musibah gempa Padang yang terjadi 30 September lalu terus mendapatkan perhatian dunia.  Buktinya, duka tersebut rupanya juga dirasakan oleh warga desa Ladendorf di Austria yang jauhnya ribuan kilo dari Sumatera Barat.

Sekelompok pemuda pemudi Austria yang tergabung dalam perkumpulan Pencak Silat 'Anak Harimau' Ladendorf bekerja sama dengan PPI Austria mengadakan acara pentas seni dan kebudayaan untuk menggalang dana bagi korban gempa di Padang.  Acara yang bertajuk 'Ladendorf hilft Padang' (Ladendorf membantu Padang) ini diadakan di gedung Balai Kota/Gemeindezentrum desa Ladendorf, 60 km utara kota Wina, Austria.

Pencak Silat 'Anak Harimau' adalah kelompok pencak silat yang didirikan oleh Stefan Taibl dan pemuda-pemuda dari Austria yang tertarik untuk mempelajari pencak silat dari Indonesia.  Beberapa dari mereka pernah tinggal dan mendalami ilmu pencak silat harimau langsung di Bukittinggi, Padang.

Itulah sebabnya setelah mendengar musibah gempa yang melanda kota Padang dan sekitarnya, mereka tergerak berinisiatif menggalang dana membantu korbang gempa. "Kami mengadakan acara ini, untuk membantu saudara dan teman teman kami di Padang,“ ungkap Stefan pada detikcom, Minggu (22/11/2009).

Saat tampil, para demonstran pencak silat yang kesemuanya adalah para bule ini sangat cakap dalam memperagakan gerakan silat.  Mereka juga mengenal film Merantau yang populer karena mengangkat seni beladiri tanah air ini.

"Salah satu koreografer film Merantau adalah pelatih di Anak Harimau," kata Martin, salah seorang anggota Anak Harimau.

Tak sekedar pencak silat saja, beberapa tarian Sumatera seperti Rampak juga mengundang decak kagum penonton. Selain tim penampil dari Gema Puspa Nusantara KBRI Austria dan pencak silat Anak Harimau, masyarakat Austria ternyata dengan sukarela juga mengisi acara.

Mulai dari pagelaran musik anak-anak, eksibisi taekwondo, tari perut, rock and roll, hingga musik jazz mewarnai kurang lebih 6 jam program Ladendorf Hilft Padang. Beberapa gambar dan foto akibat ganasnya gempa Padang juga dipajang di dinding gedung

Dalam acara tersebut tidak ada biaya tiket masuk. Pengunjung yang datang diharapkan memberikan donasinya lewat sebuah kotak gelas transparan yang diletakkan di depan pintu masuk. Menjelang acara selesai, diperkirakan sudah ribuan Euro terkumpul.

Menurut Tari, perwakilan dari PPI Austria, rencananya donasi akan disumbangkan kepada korban gempa lewat rekening pencak silat Anak Harimau untuk pembangunan infrastruktur Padang.

Digelarnya acara ini seakan mengingatkan kita kembali pada banyak musibah yang mengakibatkan kehancuran dan menelan ratusan nyawa manusia yang mungkin hingga kini belum pulih secara total, namun kerap terlupakan oleh bangsa kita sendiri sebab tertelan oleh isu lain di masyarakat.