Thursday, July 17, 2008
I Miss You, Daddy..
Wednesday, July 16, 2008
Death Sentence

The news of the imminent death penalty for the two Sumiarsih and Sugeng, mother and son have put me in a feeling like heading to the same thing. I sort of project my self to become like the two convicts who seemingly to meet their last terminal that draws nearer and nearer. Well, it sort of drives me these recent days. I'm so eager for their updated news time to time on an online web. How could human beings deal with their own death which they know it beforehand completely with the exact time, date and minute? My teacher teaching the religion subject in SMA once told me that naturally we experience the small death everyday during sleep. Only the hurt we don't suffer from the small death since the real death itself takes the most painful thing in one's life than any, even the most honorable and noble prophet Muhammad suffered from the death when the angle sorrowfully had to take the prophet's being. Death is not a matter of going away and disappear from the blatant world. Death naturally arrives at any time and any where, can't not be expected and predicted. That only God the Almighty owns the privilege. All we should do is none but solely doing good deeds and piety to others in our whole lifetime so that we are prepared as the eternity comes upon. More or less, this issue of death sentence has sparked me a new bearing. I have to be better and better ahead, in terms of everything but good. Truly saying, if I might bargain, I would like God not to take my life at this moment since I have got still fewer savings, and therefore in the rest of my life, I'd deposit more and more good endeavor to my life account. May God watch over me and keep shielding me from being a sinner. Amiiieeeen...
Monday, July 14, 2008
Learning German, der die das, Help Me Out!

Sunday, July 13, 2008
Veggies VS Fatties VS Exercise
Thursday, July 10, 2008
The Euro 2008, Sweet Memory, and Irony

90 minutes 
Sunday, July 6, 2008
An Overview

Sunday, June 17, 2007
Ada seorang teman bikers mencak2 dengan adanya kebijakan pemerintah yg melarang motor lewat jalan2 protokol jakarta...sementara teman yang lain justru menyalahkan pengendara motor yang selama ini dianggapnya ugal2an dan bikin makin semrawut Jakarta. Lalu terlibatlah mereka dalam debat kusir yang mestinya tidak perlu.Motor yang ugal2an atau jumlah mobil yang makin tidak terkendali sebenernya cuma excess dari tidak matangnya kebijakan perencanaan transportasi public..karena ga ada mass rapid transportation.. jadinya masyarakat ya berinisiatif sendiri2 cari solusi buat berpergian..ada yang milih pake motor..beli mobil..atau naik bajaj. Rasa2nya kebijakan mutakhir pemerintah ttg sepedamotor, rencana penghapusan 3in1 dan pemberlakuan ERP cuma kebijakan responsif, tambal sulam, gali tutup lubang...ibarat rumah, kehujanan, gentengnya pada bocor malah sibuk ngepel sana-sini.Jadi malu ma inggris yang sudah mulai mbangun underground tunnel tahun 1860..padahal waktu itu cuma ada kereta kuda..potensi problematika city traffic sudah mulai dipikirkan jauuuh sebelum ditemukan mobil...Baru sekarang aja tuh sutiyoso teriak2 monorail..cuma dah telat bang...jerman udah punya monorail sejak tahun 1901..coba deh bayangkan efektifnya MRT di singapore..katanya hampir 50rb passenger setiap hari...n emang kuenceng dan efisien banget..bisa jadi dari senayan city ke plaza semanggi bisa dicapai dalam satu tarikan nafas aja...Hemmm Ga kayak sekarang, umur dan produktivitas rasanya ikut menguap bersama deru knalpot dijalanKritik juga nih buat sebagian oknum pemilik mobil dijakarta,ga bisa dipungkiri masih banyak orang yang pake mobil lebih ke alasan emosional (baca:gengsi)...susah juga, di Indonesia itu kan berlaku:witing tresno jalaran seko cacahing rodo..katanya sekarang punya motor aja ga cukup buat ngeggaet cewek..rasanya keren kalo udah pake mobil..apalagi pake truk gandeng yang rodanya 16..makanya heran juga ma perilaku orang2 kaya Jakarta itu.. sukanya beli mobil/motor yang ukuran segedhe goblok...makin sebel kalau udah liat jaguar or alphard petantang-petenteng makan jalan,padahal didalamnya cuma 1 orang (entah pemilik atau peminjam)...kenapa sih smart car ga segera masuk indonesia..orang eropa malah bangga lho bisa naik mobil yang ukurannya kecil..disamping lebih irit..juga praktis (ini lebih rasional).atau gimana kalo jaguar bikin mobil 3 wheeler versi bajaj..kira2 laku ga ya?..hmm.Kemarin baca dikompas..katanya presiden Swiss setiap hari kalo kekantor naik transportasi publik..egaliter banget...beda banget ya ma pejabat kita.yang maunya dikawal iring2an voreijder sampai nutup jalan dan bikin kemacetan berkilo2...hmmm sudahlah mungkin ada baiknya pejabat yg kayak gitu kita lemparin aja pakai bajaj...











