23 Jan 2018

Sarahza dan Eyang


Setiap hari ingin bikin video atau foto Sarahza dengan eyangnya seperti ini. Digendong, digudang (digoda-goda) atau ditowelin😁. Mungkin aku terlalu takut kehilangan keduanya, sebelum aku sempat mengenalkan Sarahza dengan baik kepada mereka berdua dalam ingatannya.
Mereka yang tak pernah jemu mengandalkan doa dan usaha serta dorongan untukku agar selalu tegar kuat dan sabar. Karena, mereka tahu benar apa yang kami rasakan dalam 11 tahun perkawinan tanpa hadirnya seorang keturunan. Karena mereka pun mengalaminya. 

Tahun demi tahun kami lalui dengan usaha namun tak kunjung hasil, hingga air mata pun sudah asat di mata, bahkan terkadang ada secuplik penyalahan diri sendiri, ibu dan bapak selalu bilang: "eeh eeh istighfar Nduk. Bapak dan Ibu genah (juga) nunggu 10 tahun lebih untuk Hanafi (kakak)" 
Itulah yang membuatku kuat kembali setelah rapuh. Yang membuatku semangat lagi setelah terjatuh. 
Hm, Sarahza bakal ingat gak ya kalau Kakeknya manggil dia Mbak Dekik hehe (Mbak Lesung Pipit dobel). 
Ya Allah ... Rabbi fighrlii wali waalidayya war khamhuma kama robbayaa nii sooghiiroo. 
Sehat sehat sehat semuanya yah. 
(Cerita 10 tahun Bapak Ibuku tanpa keturunan dan bagaimana Allah akhirnya juga mengaruniakannya akan kuceritakan pada story berikutnya) 🙏👨‍👩‍👧 

0 comments:

Post a Comment

Hi 99ers,
Silahkan ajukan pertanyaan , saran ataupun kritik tentang karya dan kegiatan hanum rais. Kami akan menjawabnya. No question yang menyinggung SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) ya ^_^ dan
Mohon maaf bila responnya lama :)